Ketum HMI Cabang Blora Dorong Gagasan Kawasan Industri yang Lebih Implementatif di Blora

Advertisement

Juang Merdeka – Blora, – Sesuai menghadiri undangan dari Badan Kesbangpol Blora acara Ngopi bareng Forkopimda (ngobrol pintar dan inovatif), Selasa, 26/05/2026  bertempat di Auditorium Iwan Ibrahim Polres Blora, Joko Agung Purnomo selaku Ketua Umum HMI Cabang Blora, mendukung gagasan yang lebih implementatif untuk percepatan investasi di Blora termasuk gagasan tentang kawasan industri.

Pada Kamis, 28/05/2026 kepada Juang Merdeka, aktivis asal desa Sembongin ini berharap ada kelanjutan forum berikutnya tetapi dengan paparan yang lebih riil tentang progres dan capaian investasi di Blora termasuk hambatan dan kekurangannya apa.

“Kita apresiasi acara yang kemarin di Polres, tapi publik termasuk kami dari HMI berharap forum yang lebih implementatif,” ulas Agung.

Agung yang juga aktif di Rijalul Anshar ini memaparkan bahwa selama ini bagaimana formulasi ataupun road map pemkab Blora dalam mengejar ketertinggalan perkembangan industri dan investasi dari kabupaten tetangga belum sepenuhnya berhasil.

“Kita prihatin bukan hanya karena tertinggal tetapi riilnya puluhan ribu tenaga kerja di Blora butuh itu,” tandasnya.

‎Agung memaparkan lebih jauh bahwa Blora sendiri memiliki peluang besar untuk menjadi kawasan industri, mengingat sumber daya alam (SDA) Blora sangat potensial dan melimpah. Meski demikian, ada banyak tantangan yang belum terjawab, sehingga gagasan tersebut terealisasi.

‎”HMI Cabang Blora sejak November 2024 mulai  terlibat dalam inisiasi orkestrasi gagasan kawasan industri bersama beberapa elemen lain,” ungkapnya lagi.

Selain lewat forum seminar yang HMI juga melakukan kajian di internal dan membuka ruang dialog bersama elemen masyarakat lain dengan Sekretaris Daerah, Kepala dan beberapa pejabat di Baperida serta Kesbangpol bahkan Bupati juga.

“Kekurangan lapangan kerja itu problem riil di Blora maka program membuka lapangan kerja lewat investasi dan kawasan industri juga harus riil,” tandasnya lagi.

Terhadap adanya sedikit letupan dalam dinamika dalam forum di Polres ‎Agung
‎tetap mengapresiasi segala dialejtika, problontra dan rehan wacana yang disampaikan dari banyak pihak.

Ia juga berharap agar forum serupa  kembali digelar, agar semua stakeholder memiliki persepsi yang sama dan sebagai dasar pemikiran yang visoner untuk pembangunan daerah. Namun demikian, dasar pemikiran tersebut haruslah memiliki langkah yang konkret untuk di implementasikan.

‎”HMI Cabang Blora terus mendukung gagasan ini. Sebagai langkah yang visioner, haruslah pasca ini betul-betul ada langkah konkret dalam merealisasikan,” imbuhnya lagi.

‎Ia menambahkan, bahwa akhir forum diskusi tersebut mengerucut pada komitmen untuk bersama-sama mengambil langkah yang pasti dengan ditandai dengan penandatanganan komitmen Blora Ramah Investasi bersama stakeholder.

‎Visi yang disatukan menuju komitmen bersama tersebut menjadi angin segar. Termasuk komitmen selanjutnya, wacana itu akan membentuk tim percepatan untuk mewujudkan itu.

‎”Angin segar diakhir forum, melalui pertandatanganan komitmen stakeholder dan akan di bentuk tim percepatan untuk mewujudkannya,” tambahnya.

‎Namun demikian, saran untuk progres gagasan tersebut haruslah mengerucut pada master plan secara spesifik dan secara komprehensif yang perlu di perhatikan. Skema yang disarankan haruslah berbasis Implementatif. Master plan tersebut diantaranya;
‎1. Membentuk tim percepatan yang terdiri dari seluruh stakeholder yang berkaitan
‎2. Tim Percepatan tersebut terdiri dari personal yang benar-benar berkompeten
‎3. Melibatkan akademisi dan praktisi dibidang tersebut.

‎Dengan demikian paling tidak gagasan substansif ini berbasis Implementatif. HMI sendiri berkomitmen untuk berkomitmen dalam meningkatkan pembangunan daerah mengingatkan potensi Blora sendiri yang sangat menjanjikan. (aj/ts)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *