Joko Agung Purnomo
-
Ekonomi
Ketua HMI Blora Tegaskan Akan Tagih Realisasi 4 Poin Kesepakatan yang Telah Ditandatangani DPRD
Juang Mereka, Blora – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blora , Joko Agung Purnomo, menegaskan komitmennya untuk mengawal dan menagih realisasi empat poin kesepakatan yang telah ditandatangani bersama DPRD Kabupaten Blora dalam audiensi terkait tata kelola sumur minyak rakyat yang digelar beberapa hari yang lalu, Senin (8/6/2026). Menurut Joko, audiensi yang menghasilkan nota kesepahaman tersebut merupakan langkah awal untuk mendorong perbaikan tata kelola sektor migas rakyat di Kabupaten Blora. Karena itu, HMI tidak ingin hasil pertemuan tersebut berhenti sebatas seremonial maupun dokumen administratif tanpa tindak lanjut yang jelas. ”Kami mengapresiasi DPRD Kabupaten Blora yang telah menerima dan menyepakati aspirasi yang kami sampaikan. Namun setelah penandatanganan kesepakatan ini, tugas kami belum selesai. HMI akan terus mengawal, mengawasi, dan menagih progres realisasinya hingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Blora,” tegas Joko. Dalam audiensi tersebut, HMI Cabang Blora menyampaikan empat poin tuntutan utama yang kemudian menjadi bagian dari kesepakatan bersama. 1. Percepatan regulasi daerah terkait pengelolaan sumur minyak rakyat dan skema bagi hasil guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 2. Peningkatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik illegal drilling serta tata niaga minyak ilegal. 3. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PT Blora Patragas Energi (BPE) beserta penyusunan roadmap pengembangan…
Read More » -
Pendidikan
Ketum HMI Cabang Blora Terpilih Gaungkan Local Wisdom untuk Peradaban
Juang Merdeka, Blora – Himpunan Mahasiswa Islam Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Blora sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) VIII yang bertempat di Aula Pertemuan Lt.2 Sekda Kabupaten Blora, pada Minggu, 7/6/2026. Forum tertinggi tingkat cabang ini berlangsung dalam suasana kritis, dan penuh evaluasi terhadap arah gerak organisasi di tengah tantangan sosial, intelektual, dan kaderisasi yang kian kompleks. Konfercab VIII menjadi momentum penting yang tidak hanya berfungsi sebagai arena suksesi kepemimpinan, tetapi juga sebagai ruang refleksi atas efektivitas sistem kaderisasi dan relevansi gagasan HMI di tingkat lokal. Dalam forum tersebut, Joko Agung Purnomo terpilih sebagai Ketua Umum HMI Cabang Blora periode 2026-2027 melalui mekanisme demokrasi antar kandidat calon melalui suara antar komisariat. Proses pemilihan berlangsung secara terbuka, dengan penekanan pada konsensus gagasan ketimbang kompetisi elektoral. Namun demikian, sejumlah peserta forum menilai bahwa tantangan utama HMI Cabang Blora ke depan adalah memastikan bahwa konsensus tersebut benar-benar melahirkan agenda transformasi, bukan sekadar stabilitas struktural. Dalam penyampaian visi pencalonannya, Joko Agung Purnomo menegaskan arah kepemimpinan yang ia usung “Saya menawarkan visi Sustainable Development the Local Wisdom of Human Investment for Peradaban HMI Blora. Ini bukan sekadar slogan, tetapi upaya membaca ulang arah gerakan HMI agar lebih membumi dan relevan dengan realitas sosial di Blora.”ucap Joko…
Read More » -
Ekonomi
Ketum HMI Cabang Blora Dorong Gagasan Kawasan Industri yang Lebih Implementatif di Blora
Juang Merdeka – Blora, – Sesuai menghadiri undangan dari Badan Kesbangpol Blora acara Ngopi bareng Forkopimda (ngobrol pintar dan inovatif), Selasa, 26/05/2026 bertempat di Auditorium Iwan Ibrahim Polres Blora, Joko Agung Purnomo selaku Ketua Umum HMI Cabang Blora, mendukung gagasan yang lebih implementatif untuk percepatan investasi di Blora termasuk gagasan tentang kawasan industri. Pada Kamis, 28/05/2026 kepada Juang Merdeka, aktivis asal desa Sembongin ini berharap ada kelanjutan forum berikutnya tetapi dengan paparan yang lebih riil tentang progres dan capaian investasi di Blora termasuk hambatan dan kekurangannya apa. “Kita apresiasi acara yang kemarin di Polres, tapi publik termasuk kami dari HMI berharap forum yang lebih implementatif,” ulas Agung. Agung yang juga aktif di Rijalul Anshar ini memaparkan bahwa selama ini bagaimana formulasi ataupun road map pemkab Blora dalam mengejar ketertinggalan perkembangan industri dan investasi dari kabupaten tetangga belum sepenuhnya berhasil. “Kita prihatin bukan hanya karena tertinggal tetapi riilnya puluhan ribu tenaga kerja di Blora butuh itu,” tandasnya. Agung memaparkan lebih jauh bahwa Blora sendiri memiliki peluang besar untuk menjadi kawasan industri, mengingat sumber daya alam (SDA) Blora sangat potensial dan melimpah. Meski demikian, ada banyak tantangan yang belum terjawab, sehingga gagasan tersebut terealisasi. ”HMI Cabang Blora sejak November 2024…
Read More » -
Berita
Dinanti, Orkestrasi Kawasan Industri di Blora sebagai Inovasi Potensi Daerah
Juang Merdeka, Blora – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blora menggelar audiensi bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Blora, PT Blora Patra Energy (BPE), pada Selasa, 3 Februari 2026, di Kantor PT BPE. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Komisaris PT BPE, Seno Margo Utomo. Audiensi yang dipimpin Ketua Umum HMI Cabang Blora, Joko Agung Purnomo, membahas paradigma HMI dalam memandang potensi Sumber Daya Alam (SDA) Blora serta peran strategis BUMD dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kondisi pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD). Dalam diskusi tersebut, HMI menilai Blora memiliki potensi SDA yang strategis, khususnya di sektor energi dan sektor pendukung lainnya. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara optimal untuk memberikan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menekan ketimpangan sosial-ekonomi di daerah, bahkan cenderung sebaliknya. Joko menegaskan bahwa BUMD harus menjadi motor inovasi ekonomi daerah, terutama saat kemampuan fiskal daerah mengalami tekanan. Menurutnya, kontribusi BUMD terhadap PAD menjadi salah satu kunci kemandirian daerah agar pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan. “Di tengah pemangkasan TKD, daerah dituntut lebih mandiri dan kreatif dalam upaya peningkatan PAD, sehingga BUMD harus mampu mengoptimalkan SDA agar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Komisaris PT…
Read More » -
Opini
Urgensi Kawasan Industri dalam Prespektif Pertumbuhan Tenaga Kerja di Blora
Juang Merdeka, Blora – Bonus demografi yang seharusnya menjadi peluang justru berpotensi menjadi tantangan tersendiri. Terutama jika dilihat dari keterbatasan lapangan kerja yang tersedia. Problem ini patut diwaspadai termasuk keterbatasan lapangan kerja di Blora yang terbatas manakala dihadapkan dengan angka pertumbuhan tenaga kerja yang terus meningkat. Problem tersebut telah berjalan lama sehingga ditengarai persoalan struktural pembanguna yang jika tidak dikelola dengan kebijakan yang tepat akan menyebabkan munculnya kemiskinan struktural dalam jangka panjang. Problem Utama Pertumbuhan jumlah penduduk dan angka sumber daya manusia (SDM) di kabupaten Blora dan jumlah tenaga kerja yang siap bekerja terus meningkat. Maka kemudian pertanyaan yang muncul apakah sudah kemampuan daerah sudah berupaya atau mampu menyiapkan lapangan pekerjaan atau justru akan menjadi calon pengangguran dimasa mendatang di bidang formal Khususnya. Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora, menunjukkan angkatan kerja Blora telah mencapai lebih dari setengah juta orang, dengan proporsi usia produktif yang dominan. Namun, pertumbuhan kuantitas ini belum sepenuhnya diikuti peningkatan kualitas kesempatan kerja. Masalahnya, selama ini tingkat pengangguran terbuka kerap dijadikan indikator keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan. Justru indikator tersebut paradoks. Mayoritas tenaga kerja Blora terserap di sektor informal, artinya mereka bekerja tanpa jaminan upah layak, perlindungan sosial, maupun kepastian kerja. Dalam bahasa lokal menyebutnya serabutan.…
Read More » -
Opini
Demokrasi dan Oligarki : Pesta Rakyat atau Jamuan VIP untuk Elite
Juang Merdeka, Blora – Berbicara mengenai demokrasi artinya berbicara mengenai hak untuk mendelegasikan kewengen yang dititipkan oleh seseorang yang di mandatkan kekuasaan agar di gunakan sebaik-baiknya dan sebijak-bijaknya. Secara kolektif rakyat sebagai penentu arah kemajuan bangsa. Demokrasi yang kerap digadang-gadang dirayakan sebagai hajat rakyat yang kemudian disebut pula sebuah pesta demokrasi yang mana objek rakyat diberikan penentu penuh untuk penentu arah kekuasaan dan kebijakan bangsa. Merujuk pada Pemilihan Umum (Pemilu), awal mulai istilah “Pemilu” yang diganti “Pesta Demokrasi” pada masa pemerintahan presiden Soeharto. Point nya adalah Pemilu harus dirasakan sebagai pesta poranya demokrasi, sebagai penggunaan hak demokrasi yang bertanggung jawab dan sama sekali tidak berubah menjadi sesuatu yang menegangkan dan mencekam. Kemudian pertanyaan fundamental yang perlu diperjelas adalah agenda pesta siapa kira-kira dibalik dari diksi pesta demokrasi dengan katanya sukacita itu? Rakyat? Atau Oligarki? Sebelum lebih jauh Oligarki itu sendiri merupakan suatu sistem yang merujuk pada relasi kekuasaan yang hanya dikendalikan oleh segelintir kelompok elite dengan segala prosedural dan mekanisme untuk mencapai serta mempertahankan kekuasaan. Sistem yang terjadi ini selalu sangat erat yang berkemungkinkan untuk para elite dalam memegang otoritas, mengakumulasi dan memformulasikan hingga mempertahankan dari kekayaan sampai kekuasaan mereka. Konklusi dari sependek yang ditulis dimuka merupakan demokrasi…
Read More » -
Opini
Group FB Fantasi Sedarah, Ancaman Serius Bagi Ruang Aman Anak
Juang Merdeka, Blora – Sedang Viral, group FB ’Fantasi Sedarah’, sebuah fenomena yang mengancam dengan amat serius ruang aman bagi anak, baik ancaman yang muncul dari ruang-ruang domestik mereka maupun dari dunia medsos. Ruang publik semakin bebas, warganet dihebohkan dengan dipertontonkan sebuah grup di Facebook yang diberi nama Fantasi Sedarah yang berisi tentang pembicaraan mengenai fantasi dewasa dan pelecehan seksual dengan menjadikan anak sebagai objek kekerasan seksual dan anggota keluarga kandungnya atau inses yang dikemas dalam bentuk candaan yang dianggap dinormalisasikan. Hal yang paling mengejutkan, grup tersebut beranggotakan mencapai 32 ribu yang saling menceritakan pengalamannya secara gamblang, menggemparkan jagad dunia maya karna dinilai menjijikan dan yang di khawatiran membahayakan adalah keamanan anak di bawah umur. Pembahasan tersebut sering dianggap tabu oleh beberapa orang untuk didiskusikan. Mereka mengira pembicaraan tersebut sebatas soal hubungan biologis semata. Padahal, edukasi seksual anak sejak dini justru berfokus pada pemahaman tubuh, privasi, batasan diri, serta mengenali bentuk-bentuk sentuhan yang tidak pantas. Edukasi tersebut bertujuan agar anak tahu bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri, dan mereka berhak mengatakan tidak, bahkan kepada orang dewasa sekalipun. Dilansir dari laman resmi www.um-surabaya.ac.id, Pakar Anak UM Surabaya, Holy Ichda Wahyuni berkata, “fenomena ini bukan hanya mencoreng nilai-nilai…
Read More »