Rumah Itu Rapuh, Tak Lagi Ramah

Advertisement

Dulu, aku jatuh hati dengan rumah itu,

hampir setiap penghuninya memenuhi sudut ruangan dengan senyum ramah mereka.

Konon katanya rumah itu menjadi tempat singgah para pejuang insan cita,

rumah yang mempertemukan gagasan-gagasan dan ide-ide cemerlang di setiap harinya.

Suasana yang sungguh membuat hati para penghuninya nyaman berlama-lama singgah di dalamnya,

perpaduan sumber daya alam dengan sumber daya manusianya

menciptakan ekosistem yang indah dipandang mata, bak kapal berhias emas di tepi dermaga, bersiap mengarungi samudra untuk sampai pada tujuannya.

Namun, kini rumah itu tak lagi sama,

rumah yang seyogianya dijaga bersama, rumah yang semestinya ditopang      dengan pilar-pilar yang kokoh,

agar tetap tegak berdiri menampilkan kegagahannya;

Pilar-pilar rumah itu mulai rapuh akibat keteledoran para penghuninya,

seiring berputarnya cakra, pilar-pilar itu terkeropos dan dikikis oleh hama.

Rumah itu hampir roboh!

para penghuninya gundah gulana akan kejadian yang tak terduga.
Pun tak berdaya untuk memaksakan ramah lagi kepadanya.

Wahai jiwa para penghuni, nyamankah kalian singgah di situ?!

tak ada pilihan lain, selain menyeka debu masa lalu dan menegakkan pilar baru.

Semoga kalian bahagia tanpa lara serta amarta hingga sampai pada tujuan mulianya.

Karya : Muhammad Zulfi Irhamul Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close