Juang Merdeka, Blora — Demokrasi tidak selalu dimulai dari bilik suara. Ia dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana tempat generasi muda belajar menentukan pilihan, memahami aturan, dan menghargai perbedaan.
Semangat itulah yang hadir dalam kegiatan “Pendidikan Pemilih di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blora” dalam rangka Pendidikan Demokrasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS MAN Blora Masa Bhakti 2026/2027 di Aula MAN Blora, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang belajar demokrasi bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat proses dan tata cara pemilihan. Tidak hanya tentang bagaimana memberikan suara, para peserta juga diajak memahami bahwa setiap pilihan memiliki hak untuk dihormati dan setiap proses demokrasi memiliki aturan yang perlu dijaga bersama.
Hadir sebagai narasumber, Ahmad Mustakim, Anggota KPU Kabupaten Blora, mengajak para pelajar melihat proses pemilihan OSIS sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi yang dekat dengan kehidupan mereka.
Menurut Ketua Sosdiklih Parmas dan SDM ini, pengalaman memilih sejak di bangku sekolah dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk memahami bagaimana demokrasi bekerja dalam kehidupan yang lebih luas.
“Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat menghargai pilihan orang lain, memahami proses pemilihan, dan bersama-sama menjaga agar setiap tahapan berjalan dengan baik,” ucap Ahmad Mustakim.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemutakhiran data pemilih, terutama bagi pemilih baru, serta pengenalan terhadap asas-asas pemilu sebagai fondasi dalam penyelenggaraan pemilihan yang demokratis.
Bagi generasi muda, pemahaman tersebut bukan sekadar pengetahuan teknis. Lebih jauh, ia merupakan proses membangun kesadaran bahwa dalam demokrasi, setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihan sekaligus memiliki tanggung jawab untuk menghormati pilihan orang lain.
Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS pun menjadi miniatur pembelajaran demokrasi. Ada pilihan, ada perbedaan, ada proses, dan ada hasil yang harus diterima bersama. Dari pengalaman sederhana tersebut, pelajar belajar bahwa demokrasi bukan tentang siapa yang paling menang, melainkan bagaimana seluruh proses dijalankan dengan jujur, adil, tertib, dan penuh penghormatan.
Melalui Pendidikan Pemilih, KPU Kabupaten Blora terus mendorong hadirnya generasi muda yang tidak hanya tahu cara memilih, tetapi juga memahami mengapa harus memilih, bagaimana menghargai pilihan, serta bagaimana menjaga demokrasi tetap sehat di tengah perbedaan.
Sebab demokrasi yang kuat tidak lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil: berani menentukan pilihan, bersedia mendengar perbedaan, dan tetap menjaga persaudaraan.
“Kenali prosesnya. Pahami haknya. Hargai perbedaannya. Karena pada akhirnya, demokrasi bukan hanya tentang memilih siapa yang kita kehendaki, tetapi tentang belajar hidup bersama meski pilihan kita tidak selalu sama,” tukas Mustakim.
Sementara itu, Kepala MAN Blora, Adibatus Syarifah menyampaikan bahwa pendidikan demokrasi bagi pelajar merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu memahami proses pengambilan keputusan, menghargai perbedaan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuat.
“Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal demokrasi secara nyata. Mereka belajar menyampaikan pilihan, menghargai perbedaan, mengikuti proses dengan tertib, serta menerima hasil dengan sikap yang dewasa. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh sebagai generasi yang memahami bahwa perbedaan pilihan tidak harus menjadi perbedaan dalam persaudaraan,” ucapnya.(ah)
