Juang Merdeka, Blora – MGMP IPS Kabupaten Blora adakan giat Studi Obyek Lapangan (SOL) ke beberapa obyek sejarah di kabupaten Ngawi. Giat SOL dilaksanakan pada, Kamis, 30 Oktober 2025.
“Giat SOL ini merupakan bagian akhir dari MGMP”, ungkap Poyo selaku Ketua MGMP IPS kabupaten Blora.

Poyo yang kesehariannya mengajar di SMPN 4 Blora ini menambahkan bahwa rangkaian kegiatan MGMP IPS tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, pendalaman penguasaan AI serta materi pembelajaran mendalam.
“Selain penguatan kompetensi profesional kita juga butuh penguatan kompetensi akademik,” imbuhnya lagi.

Menurutnya kompetensi akademik tidak hanya semata-mata diperoleh dari buku teks tetapi perlu juga belajar langsung ke sumber-sumber materi.
“Jadi memang urgensinya kuat kita mengunjungi dua obyek sejarah kali ini, benteng Van den Bosch dan Museum Trinil,” pungkasnya.
Sementara itu, Sudarto sebagai salah satu peserta menambahkan bahwa dua obyek sejarah tersebut menunjukkan dua obyek yang secara periodik berbeda.
“Kalau ke museum Trinil itu kan lebih ke studi arkeologis dari hewan-hewan dan manusia purba serta dimensi antropologisnya,” terangnya.
“Sedangkan yang di Beteng Van den Bosch itu lebih ke periode masa kolonialisme Belanda di Indonesia, khususnya periode 1815 – 1840 saat Culture Steijlsel,” tambahnya lagi.
“Ada satu refleksi penting sebenarnya, bahwa koleksi benda-benda arkeologi Blora sebenarnya tidak kalah. Jadi Blora sangat layak punya museum selevel museum Trinil ini, bahkan bisa lebih besar”, pungkasnya.(ts)
