KPU Blora Perkuat Kapasitas Internal tentang Fasilitasi Pendidikan Pemilih Melalui Program Ngaji Diri

Advertisement

Juang Merdeka,, Blora — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora terus berupaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan sekretariat dan jajaran komisioner melalui program Ngaji Diri (Ngaji Demokrasi Internal).

Kali ini, kegiatan difokuskan pada peningkatan pemahaman mengenai fasilitasi pendidikan pemilih, sebagai salah satu tugas strategis KPU dalam membangun kesadaran demokrasi masyarakat secara berkelanjutan.

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Blora, Ahmad Mustakim mengulas arah kebijakan pendidikan pemilih serta strategi fasilitasi yang efektif kepada berbagai segmen masyarakat.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa KPU RI menetapkan tiga segmen prioritas pendidikan pemilih, yakni pemilih pemula, pemilih rentan, dan pemilih marginal. Ketiga kelompok tersebut memerlukan pendekatan yang berbeda sesuai karakteristik, kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi dalam mengakses informasi kepemiluan maupun berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Baca Juga:  Ketua HMI Blora Tegaskan Akan Tagih Realisasi 4 Poin Kesepakatan yang Telah Ditandatangani DPRD

Pemilih pemula menjadi kelompok penting karena sebagian besar baru pertama kali menggunakan hak pilih dan sedang membentuk kesadaran politiknya. Sementara itu, pemilih rentan mencakup kelompok masyarakat yang memiliki hambatan tertentu dalam memperoleh informasi dan akses kepemiluan. Adapun pemilih marginal merupakan kelompok yang secara sosial, ekonomi, atau geografis berada dalam posisi yang memerlukan perhatian khusus agar hak-hak politiknya tetap terjamin.

Mustakim menegaskan bahwa pendidikan pemilih tidak hanya dilaksanakan menjelang pemungutan suara, tetapi merupakan proses yang berkelanjutan untuk membangun warga negara yang sadar akan hak dan tanggung jawab demokratisnya.

Baca Juga:  Ketua Bapemperda DPRD Blora Apresiasi Gerak Cepat HMI Blora Pasca Konfercab

“Pendidikan pemilih pada hakikatnya bukan sekadar mengajak masyarakat datang ke TPS, melainkan menumbuhkan kesadaran kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, pemahaman internal mengenai strategi fasilitasi pendidikan pemilih menjadi sangat penting agar pesan-pesan demokrasi dapat tersampaikan secara tepat kepada setiap segmen masyarakat,” tegasnya.

Melalui forum Ngaji Diri ini, peserta juga berdiskusi mengenai berbagai metode sosialisasi, pendekatan komunikasi yang inklusif, serta tantangan yang dihadapi dalam menjangkau kelompok-kelompok prioritas tersebut. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesamaan persepsi dan meningkatkan kualitas program pendidikan pemilih yang akan dijalankan KPU Kabupaten Blora.

Baca Juga:  Ketua Bapemperda DPRD Blora Apresiasi Gerak Cepat HMI Blora Pasca Konfercab

Program Ngaji Diri sendiri menjadi ruang pembelajaran internal yang rutin dilaksanakan KPU Kabupaten Blora sebagai ikhtiar untuk memperkaya wawasan, memperdalam substansi kepemiluan, dan meningkatkan profesionalitas penyelenggara pemilu.

Di tengah fase pasca-pemilu, KPU Kabupaten Blora meyakini bahwa merawat demokrasi tidak berhenti pada penyelenggaraan pemungutan suara. Demokrasi yang sehat tumbuh dari masyarakat yang terus belajar, memahami hak politiknya, serta memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui pendidikan pemilih yang berkelanjutan, KPU Blora berupaya menyalakan semangat demokrasi agar tetap hidup dan bertumbuh di tengah masyarakat. (am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *