
Juang Merdeka, Blora – Indonesia merupakan negara yang dikenal sebagai suatu negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa, dan juga kkeberagaman bahasa di setiap daerah. Keberanekaragaman tersebut merupakan anugerah yang luar biasa, namun di sisi lain juga menjadi tantangan besar bagi persatuan bangsa. Sehingga dalam konteks tersebut, Wawasan Nusantara hadir sebagai sebuah konsep yang berperan strategis dalam upaya menyatukan seluruh elemen bangsa dengan tujuan agar tetap kokoh berdiri pada bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia
Dalam sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia Wawasan Nusantara bukan hanya sekedar menjadi konsep dari geopolitik, melainkan gabungan dari banyak jiwa yang mampu menjiwai dalam setiap langkah persatuan dan juga kesatuan pembangunan nasional. Konsep ini lahir dari sebuah kesadaran terhadap bahwa Indonesia bukan hanya sebidang tanah yang terletak di antara dua benua dan juga dua samudra, melainkan rumah besar bagi keberaneka ragaman suku bangsa, budaya dan juga bahasa. Sehingga di tengah-tengah keberagaman inilah Wawasan Nusantara menjadi sebuah kompas moral dan juga kompas ideologis yang mampu menuntun setiap warganya dalam menjaga keutuhan bangsa.
Makna dan Relevansi Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara mengajarkan bahwa keberaneka ragaman yang ada di Indonesia merupakan satu kesatuan utuh secara ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, bahkan sampai dengan pertahanan dan juga keamanan.
Era globalisasi yang semakin kompetitif, secara tidak langsung Wawasan Nusantara mampu menjadi penyeimbang di ruang keterbukaan dunia juga kearifan lokal. Wawasan Nusantara menegaskan bahwa keberagama bukanlah sebagai sebuah ancaman. Namun sebaliknya, keberagaman tersebut akan menjadi sebuah kekuatan besar jika mampu dikelola dengan semangat gotong royong juga toleransi.
Wawasan Nusantara dalam konteks kehidupan berbangsa mampu menjadi pilar yang menjaga semangat persatuan supaya tidak terkikis oleh arus individualisme, politik plural, dan juga keberagaman cara pandang sosial. Wawasan Nusantara mengingatkan bahwa kebersamaan bukan berarti keseragaman, melainkan upaya dalam menyatukan cita-cita bersama dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Tantangan di Era Modern
Selanjutnya, meskipun Wawasan Nusantara memiliki pengaruh dalam upaya penyatuan. Ia juga memiliki tantangan besar khususnya di era modern seperti sekarang ini, sehingga realitas ini menampkan ujian yang cukup besar terhadap semangat kebangsaan. Contoh sederhananya adalah media sosial yang kerap menjadi ruang penyebaran berita bohong atau hoax, ujaran kebencian yang berpeluang memecah belah masyarakat. Selain dari pada itu, perbedaan suku, agama, dan pilihan politik kerap kali dimanfaatkan dalam suatu kepentingan yang bersifat jangka pendek. Maka berangkat dari sinilah urgensi Wawasan Nusantara perlu direvitalisasi melaului ruang-ruang pendidikan, media, dan juga kebijakan publik yang secara tegas mampu menekan inklusivitas serta penghargaan dalam setiap perbedaan.
Dalam hal ini pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang dimulai sejak dini. Pendidikan karakter dan juga literasi digital juga perlu untuk diperkuat dengan tujuan melahirikan generasi muda yang mampu memfilter informasi dengan mengedapankan nilai persatuan dari setiap potensi perpecahan.
Perlu diketahui bersama bahwa Wawasan Nusantara bukanlah doktrin usang yang terkesan tidak menarik untuk ditelisik kembali. Sebaliknya, Wawasan Nusantara merupakan pandangan hidup yang sifatnya relevan yang tidak akan pernah tergerus oleh perjalanan waktu. Wawasan Nusantara mampu menduduki peran sebagai pilat kesatuan yang meneguhkan semangat “Bhineka Tunggal Ika” di dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam keberagaman inilah kita mampu menemukan kekuatan, dalam perbedaan kita mampu menemukan harmoni, dan di dalam Wawasan Nusantara ini kita akan mampu menemukan jati diri dari bangsa Indonesia yang sejati.
Oleh: Nor Ihsan Shofi Muzakka
