Joko Agung Purnomo
-
Berita
Dinanti, Orkestrasi Kawasan Industri di Blora sebagai Inovasi Potensi Daerah
Juang Merdeka, Blora – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blora menggelar audiensi bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Blora, PT Blora Patra Energy (BPE), pada Selasa, 3 Februari 2026, di Kantor PT BPE. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Komisaris PT BPE, Seno Margo Utomo. Audiensi yang dipimpin Ketua Umum HMI Cabang Blora, Joko Agung Purnomo, membahas paradigma HMI dalam memandang potensi Sumber Daya Alam (SDA) Blora serta peran strategis BUMD dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kondisi pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD). Dalam diskusi tersebut, HMI menilai Blora memiliki potensi SDA yang strategis, khususnya di sektor energi dan sektor pendukung lainnya. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara optimal untuk memberikan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menekan ketimpangan sosial-ekonomi di daerah, bahkan cenderung sebaliknya. Joko menegaskan bahwa BUMD harus menjadi motor inovasi ekonomi daerah, terutama saat kemampuan fiskal daerah mengalami tekanan. Menurutnya, kontribusi BUMD terhadap PAD menjadi salah satu kunci kemandirian daerah agar pembangunan tetap berjalan secara berkelanjutan. “Di tengah pemangkasan TKD, daerah dituntut lebih mandiri dan kreatif dalam upaya peningkatan PAD, sehingga BUMD harus mampu mengoptimalkan SDA agar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Komisaris PT…
Read More » -
Opini
Urgensi Kawasan Industri dalam Prespektif Pertumbuhan Tenaga Kerja di Blora
Juang Merdeka, Blora – Bonus demografi yang seharusnya menjadi peluang justru berpotensi menjadi tantangan tersendiri. Terutama jika dilihat dari keterbatasan lapangan kerja yang tersedia. Problem ini patut diwaspadai termasuk keterbatasan lapangan kerja di Blora yang terbatas manakala dihadapkan dengan angka pertumbuhan tenaga kerja yang terus meningkat. Problem tersebut telah berjalan lama sehingga ditengarai persoalan struktural pembanguna yang jika tidak dikelola dengan kebijakan yang tepat akan menyebabkan munculnya kemiskinan struktural dalam jangka panjang. Problem Utama Pertumbuhan jumlah penduduk dan angka sumber daya manusia (SDM) di kabupaten Blora dan jumlah tenaga kerja yang siap bekerja terus meningkat. Maka kemudian pertanyaan yang muncul apakah sudah kemampuan daerah sudah berupaya atau mampu menyiapkan lapangan pekerjaan atau justru akan menjadi calon pengangguran dimasa mendatang di bidang formal Khususnya. Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blora, menunjukkan angkatan kerja Blora telah mencapai lebih dari setengah juta orang, dengan proporsi usia produktif yang dominan. Namun, pertumbuhan kuantitas ini belum sepenuhnya diikuti peningkatan kualitas kesempatan kerja. Masalahnya, selama ini tingkat pengangguran terbuka kerap dijadikan indikator keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan. Justru indikator tersebut paradoks. Mayoritas tenaga kerja Blora terserap di sektor informal, artinya mereka bekerja tanpa jaminan upah layak, perlindungan sosial, maupun kepastian kerja. Dalam bahasa lokal menyebutnya serabutan.…
Read More » -
Opini
Demokrasi dan Oligarki : Pesta Rakyat atau Jamuan VIP untuk Elite
Juang Merdeka, Blora – Berbicara mengenai demokrasi artinya berbicara mengenai hak untuk mendelegasikan kewengen yang dititipkan oleh seseorang yang di mandatkan kekuasaan agar di gunakan sebaik-baiknya dan sebijak-bijaknya. Secara kolektif rakyat sebagai penentu arah kemajuan bangsa. Demokrasi yang kerap digadang-gadang dirayakan sebagai hajat rakyat yang kemudian disebut pula sebuah pesta demokrasi yang mana objek rakyat diberikan penentu penuh untuk penentu arah kekuasaan dan kebijakan bangsa. Merujuk pada Pemilihan Umum (Pemilu), awal mulai istilah “Pemilu” yang diganti “Pesta Demokrasi” pada masa pemerintahan presiden Soeharto. Point nya adalah Pemilu harus dirasakan sebagai pesta poranya demokrasi, sebagai penggunaan hak demokrasi yang bertanggung jawab dan sama sekali tidak berubah menjadi sesuatu yang menegangkan dan mencekam. Kemudian pertanyaan fundamental yang perlu diperjelas adalah agenda pesta siapa kira-kira dibalik dari diksi pesta demokrasi dengan katanya sukacita itu? Rakyat? Atau Oligarki? Sebelum lebih jauh Oligarki itu sendiri merupakan suatu sistem yang merujuk pada relasi kekuasaan yang hanya dikendalikan oleh segelintir kelompok elite dengan segala prosedural dan mekanisme untuk mencapai serta mempertahankan kekuasaan. Sistem yang terjadi ini selalu sangat erat yang berkemungkinkan untuk para elite dalam memegang otoritas, mengakumulasi dan memformulasikan hingga mempertahankan dari kekayaan sampai kekuasaan mereka. Konklusi dari sependek yang ditulis dimuka merupakan demokrasi…
Read More » -
Opini
Group FB Fantasi Sedarah, Ancaman Serius Bagi Ruang Aman Anak
Juang Merdeka, Blora – Sedang Viral, group FB ’Fantasi Sedarah’, sebuah fenomena yang mengancam dengan amat serius ruang aman bagi anak, baik ancaman yang muncul dari ruang-ruang domestik mereka maupun dari dunia medsos. Ruang publik semakin bebas, warganet dihebohkan dengan dipertontonkan sebuah grup di Facebook yang diberi nama Fantasi Sedarah yang berisi tentang pembicaraan mengenai fantasi dewasa dan pelecehan seksual dengan menjadikan anak sebagai objek kekerasan seksual dan anggota keluarga kandungnya atau inses yang dikemas dalam bentuk candaan yang dianggap dinormalisasikan. Hal yang paling mengejutkan, grup tersebut beranggotakan mencapai 32 ribu yang saling menceritakan pengalamannya secara gamblang, menggemparkan jagad dunia maya karna dinilai menjijikan dan yang di khawatiran membahayakan adalah keamanan anak di bawah umur. Pembahasan tersebut sering dianggap tabu oleh beberapa orang untuk didiskusikan. Mereka mengira pembicaraan tersebut sebatas soal hubungan biologis semata. Padahal, edukasi seksual anak sejak dini justru berfokus pada pemahaman tubuh, privasi, batasan diri, serta mengenali bentuk-bentuk sentuhan yang tidak pantas. Edukasi tersebut bertujuan agar anak tahu bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri, dan mereka berhak mengatakan tidak, bahkan kepada orang dewasa sekalipun. Dilansir dari laman resmi www.um-surabaya.ac.id, Pakar Anak UM Surabaya, Holy Ichda Wahyuni berkata, “fenomena ini bukan hanya mencoreng nilai-nilai…
Read More »