BPE
-
Opini
Tiga Strategi Peningkatan PAD Blora dari Sektor Migas
Juang Merdeka, Blora – Tekanan fiskal membayangi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora tahun 2026, seiring turunnya 362 Miliar dana transfer (TKD) dari pemerintah pusat. Kondisi ini mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Blora (DPRD Blora) meminta pemerintah kabupaten segera menyiapkan langkah strategis agar pembangunan dan pelayanan publik tidak terganggu. Ketua DPRD Blora, Mustofa, menegaskan penurunan dana transfer harus direspons dengan penguatan kebijakan fiskal daerah, terutama melalui optimalisasi PAD. Akan tetapi patut dikritisi jika strategi peningkatan PAD dengan menaikkan retribusi dan pajak daerah. Akan lebih bijak jika strategi peningkatan PAD dengan strategi peningkatan PAD dari sektor Migas. Karena menaikkan pajak dan retribusi daerah jelas akan membebani rakyat dan bisa memicu aksi penolakan, seperti di Pati atau yang terbaru adanya seruan menolak bayar pajak karena kenaikan opsen pajak motor. Kabupaten Blora memiliki posisi strategis dalam industri migas nasional. WKP Blok Cepu yang dikelola KKKS dengan Exxon Mobil sebagai kontraktor sudah terbukti menyumbang lifting nasional serta pendapatan negara. Produksi yang dimulai pada 2008 dengan kontribusi awal signifikan mencapai 220.000 barrels of oil per day (bopd) pada 2018 dan 210.000 bopd sepanjang 2020. Tahun 2024-2025, produksi harian sekitar 144.000-180.000 bopd, atau penyumbang 30% dari total lifting nasional. Blok Cepu sejak 2008 hingga…
Read More »