Bupati Blora Resmi Luncurkan ZMODIS, Penjahit Lokal Siap Dobrak Pasar Modern dengan Go Digital

Advertisement

Juang Merdeka – Blora, Kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro  di Blora terus dilakukan. Bupati Blora Resmi Luncurkan ZMODIS, Penjahit Lokal Siap Dobrak Pasar Modern dengan Go Digital,Selasa (15/9/2026).

Dalam peresmian tersebut, Bupati Blora didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kiswoyo, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Endro Budi Darmawan, Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah Antonius Sriandwi Nugrahanto, Ketua BAZNAS Blora H. Sutaat, , beserta jajaran, Muspika Kecamatan Blora, Lurah Tempelan, Ketua Yayasan Sion, Kelompok Penjahit Mustika, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan ZMODIS terselenggara bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blora. Salah satunya di Jalan Dr. Sutomo Lorong 3, Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora. Pada kegiatan tersebut diserahkan berupa lima mesin jahit, tiga mesin obras, serta pembangunan tempat usaha dengan total nilai mencapai Rp55.325.000.

Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Blora yang terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Bupati Blora Perpanjang Kerja Sama dengan Universitas Terbuka Semarang

“Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui program-program yang produktif seperti ini,” sambut Bupati .

Bupati menambahkan bantuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat usaha kecil agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Bantuan ini merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat, memperkuat usaha kecil, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga,” lanjutnya.

Lebih lnjut Bupati juga berpesan kepada anggota Kelompok Penjahit Mustika agar memanfaatkan sekaligus merawat fasilitas yang telah diberikan. Tidak kalah penting, para penjahit diminta mulai mengoptimalkan pemasaran melalui platform digital.

Bupati sepenuhnya meyakini kualitas produk yang baik, pelayanan yang maksimal, serta promosi yang tepat akan membuka peluang semakin luas bagi usaha penjahit tersebut.

“Kalau jahitannya bagus, promosinya bagus, pelayanannya bagus, insyaallah pelanggan semakin banyak yang datang,” imbuhnya.

Bupati berharap ZMODIS dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan program pemberdayaan UMKM yang digagas BAZNAS Kabupaten Blora. Ke depan, program serupa diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelaku usaha mikro untuk tumbuh, mandiri, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Pelanggan Tetap

Baca Juga:  Bupati Blora Perpanjang Kerja Sama dengan Universitas Terbuka Semarang

Program pemberdayaan tersebut mendapat sambutan positif dari para penjahit yang tergabung dalam Kelompok Penjahit Mustika.

“Untuk setiap bulan sekitar 50 pelanggan, setiap penjahit di sini sudah memiliki pelanggan tetapnya masing-masing. Total ada 12 penjahit. Saya berharap ke depannya ditambahkan lagi bantuan mesin jahitnya lima lagi, Pak Bupati,” ujar Tono salah satu perwakilan penjahit.

Bupati menyempatkan berdialog dengan salah satu penjahit senior, Mbah Sumarni. Dengan pengalaman menjahit selama puluhan tahun, Mbah Sumarni menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diterima.

“Sampun dangu, Pak Bupati, sejak bujang sampun jahit, sak niki sampun mutu. Maturnuwun sanget, Pak Bupati sampun dibantu,” kenang Mbah Sumarni.

Baca Juga:  Bupati Blora Perpanjang Kerja Sama dengan Universitas Terbuka Semarang

Menanggapi hal tersebut, Bupati Arief mengatakan pemerintah akan mendorong peningkatan kapasitas para penjahit melalui pelatihan.

“Nantinya penjahit yang ada di sini diberikan pelatihan atau dikursuskan supaya model jahitan dan semakin meningkat kualitas jahitannya, dan pelanggan semakin puas dengan kualitasnya,”begitu Bupati menanggapi.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Blora H. Sutaat mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendorong masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi sarana untuk menunjang kegiatan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam membantu masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Sutaat.

Ia berharap mesin jahit, mesin obras, dan fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas kelompok.

“Semoga mesin jahit dan mesin obras yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, meningkatkan produktivitas, memperluas usaha, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan anggota Kelompok Penjahit Mustika,” pungkasnya. (Mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *