Juang Merdeka – Blora, Bunda Ainia berpesan bahwa litersi merupkan pintu menuju transformasi sosial yang konstruktif. Pesan tersebut disampaikan pada , Rabu (13/10/2026) Festival Literasi Blora (FLB) 2026 .
Festival Literasi Blora (FLB) 2026 dengan mengusung tema Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia, diselenggarakan pada 14–17 Oktober 2026 di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora. Kegiatan itu secara resmi dibuka oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.
Bunda Literasi Blora Hj. Ainia Shalichah, S.H., M.Pd AUD, M.Pd.BI, menyampaikan Festival Literasi Blora atau FLB 2026 merupakan acara puncak dalam rangkaian kegiatan literasi, pengkaryaan, dan apresiasi literasi dengan melibatkan seluruh pihak untuk membangunan budaya literasi di Kabupaten Blora.
“Dengan mengundang seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Blora, event meriah ini selalu kita tunggu disetiap tahun. Kegiatan ini diprakarsai Perpusnas RI melalui DAK NF tahun 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora. Dengan tema Nyalakan Cerita, Blora Mendunia, mari kita jadikan perhelatan akbar ini sebagai wadah peningkatan kegemaran membaca masyarakat Blora,” ucapnya dalam sambutan.
Bunda Literasi Blora mengatakan, untuk meningkatkan sumberdaya manusia dan daya saing di era digitalisasi informasi, kita pelu melakukan pendekatan partisipatif dengan masyarakat.
“Selaku Bunda Literasi dan bersama DPK Blora, saya selalu mendorong untuk terus giat dalam membangun budaya literasi disemua lini sosial, baik di lingkungan layanan pemerintahan maupun lingkungan pendidikan,” jelasnya.
Hal tersebut, kata Bunda Literasi Blora, di antaranya diwujudkan dengan pelaksanaan berbagai Gerakan Literasi, meliputi: Program Sedekah buku, Program Gebyar Literasi seKabupaten Blora, Pengukuhan Bunda Literasi Desa/Kelurahan, Kegiatan Pelantikan Duta Baca tingkat Desa /Kelurahan, dan kegiatan lomba dan promosi minat baca lainnya.
Secara keseluruhan gerakan literasi tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Blora “Sesarengan Mbangun Blora, Maju berkelanjutan”.
“Melalui Gerakan literasi yang partisipatif tersebut, Kita kedepan akan memiliki banyak figure atau tokoh-tokoh literasi. Adanya Bunda Literasi, Duta Baca dan Duta literasi dari di tingkat desa/kelurahan hingga Kabupaten, Insyallah (dengan ijin ALLAH SWT) kita telah mebangun perisai sosial dalam memperkuat moral, etika,dan daya saing masyarakat Blora untuk selalu meningkatkan kecakapan literasi dasar baik dalam literasi: baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, kebudayaan dan kewarganegaraan,” paparnya.
Literasi adalah pintu menuju transformasi sosial yang konstruktif dalam pembangunan manusia yang seutuhnya. Perlu kita ketahui bersama, bahwa membaca bukan hanya mengumpulkan informasi, melainkan membuka cakrawala dan membentuk arah langkah masa depan menjadi lebih baik.
“Kita ingin menjadikan Blora bukan hanya sebagai kabupaten yang membaca, tetapi kabupaten yang berpikir, berdiskusi, dan berkontribusi secara aktif terhadap perubahan serta pembangunan daerah dan nasional,” pesan Bunda Ainia Shalichah.
